Kisah Inspiratif, Percaya Pada Allah SWT Mengalahkan Segalanya - Pada bulan Februari 1991, DR. Rasyid Al-Umairi, menteri perminyakan Kuwait, berdiskusi dengan perusahaan-perusahaan dunia terbesar untuk memadamkan sumur-sumur minyak yang dibakar pemerintah Irak selama invasinya terhadap Kuwait. Suatu malapetaka teramat besar yang menjerumuskan kehidupan jutaan biota laut, sekaligus bahaya yang mengancam rakyat Kuwait. Bahaya ini mesti ditanggulangi secepat mungkin.
Sang menteri berunding dengan empat perusahaan kelas dunia! Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa ia tidak berunding dengan lima enam, atau tujuh perusahaan saja? Jawabannya sangat sederhana. Sebab di dunia ini memang hanya empat perusahaan itu saja yang bergerak di bidang pemadaman sumur-sumur minyak.

"Kalian perlu waktu berapa lama untuk memadamkan sumur-sumui itu?" tanya Sang Menteri.

Salah satu perusahaan menjawab lima tahun; yang satu lagi menjawab empat tahun; yang lain menjawab tiga tahun; dan yang terakhir menjanjikan dengan yakin: cukup dua tahun saja. Inilah jangka waktu paling singkat yang didengar sang menteri dari perusahaan-perusahaan yang telah berdiri selama puluhan tahun dan memiliki banyak pengalaman sukses itu.

Ini berarti selama dua tahun sumur-sumur itu tetap berkobar-kobar Selama dua tahun jutaan barel minyak dan uang senilainya lenyap sia-sia. Selama dua tahun milyaran makhluk hidup di Teluk mati. Selama dua tahun langit Kuwait dipenuhi asap minyak yang beracun. Selama dua tahun manusia menderita penyakit pernapasan.

DR. Rasyid Al-Umairi menyadari hebatnya malapetaka itu dan menyadari bahwa, dirinya tengah berlomba dengan waktu. Maka, ia bernegosiasi dengan keempat perusahaan tersebut untuk mempersingkat proses pemadaman sumur-sumur itu agar kurang dari dua tahun. "Upayakanlah untuk melakukannya dalam waktu lebih singkat daripada itu. Tinjaulah ulang riset dan peluang kalian. Siapa tahu kondisi berubah", pintanya.

Namun, sebesar apa pun usahanya dalam bernegosiasi dengan mereka, tetap saja ia tidak mendengar dari mereka jangka waktu yang kurang dua tahun. Kalau begitu, ia harus lekas mengambil keputusan dalam hal ini. Pasalnya, kondisi bertambah buruk, sementara waktu hilang terbuang oleh negosiasi, rapat, dan konsultasi.

Apa kiranya yang akan dilakukan Sang Menteri yang tengah kebingungan itu?

Mulailah Sang Menteri dan timnya bekerja. Mereka pun berhasil memadamkan sumur pertama pada tanggal 20 Maret 1991. Tim Sang Menteri terdiri atas sepuluh ribu personil; sepuluh ribu hati yang menantang maut demi mengakhiri malapetaka. Pekerjaan mereka terus berlanjut dengan spirit seperti itu. Sampai pada tanggal 13 April 1991 yang bersejarah, Menteri Perminyakan Kuwait DR. Rasyid Al-Umairi mencanangkan bahwa ia hanya memerlukan waktu tujuh bulan saja untuk memadamkan semua sumur, dan bahwa ia dengan taufik dan pertolongan Allah akan merealisasikannya. Apa kiranya yang terjadi setelah pencanangan itu?

Sang Menteri mendengar ratusan olok-olok dan ejekan, khususnya dari para penanggung jawab perusahaan-perusahaan tersebut. "Engkau tidak tahu apa yang kaubicarakan. Kalian semua hanya bermodalkan emosi dan semangat saja, tanpa berpikir logis. Kamilah yang berpengalaman. Kami sudah melakukan pekerjaan itu selama puluhan tahun. Dan, hanyalah kami yang memiliki kader-kader terlatih dan instrumen - instrumen khusus untuk itu."

Di hadapan Kongres Amerika, Mr. Rod Adder -pemilik perusaha pemadam sumur Adder-salah satu perusahaan terbesar di antara keempat perusahaan tersebut, yang menyatakan kepada Sang Menteri bahwa perusahaannya hanya sanggup memadamkan sumur-sumur itu dalam jangka waktu tidak kurang dari lima tahun- mengumumkan olok-olok dan peremehannya terhadap pencanangan Sang Menteri Kuwait.

"Tujuh bulan, huh. Mimpi saja mereka!" Segala penjatuhan mental, peremehan, dan olok-olok itu terus berlangsung sementara Sang Menteri beserta timnya tetap berpegang teguh pada pencanangan mereka. Mereka terus bekerja keras dengan penuh kesungguhan tanpa peduli. Tepat enam bulan dan dua puluh satu hari kemudian, sumur terakhir pun padam. Sang Menteri Kuwait dan timnya yang pemberani berhasil membungkam semua ejekan orang-orang berpengalaman nan sombong itu.

Alangkah luar biasa cita-cita dan kepercayaan pada Allah, sejak permulaan hingga akhirnya!

Tekad, keuletan, dan cita-cita mereka tetap membaja kendati dijejal aneka ejekan dan olok-olok dari para pakar!

Sebuah cerita yang patut sering-sering kita renungkan dan kita ambil pelajarannya agar kita jauh lebih percaya pada kemampuan kita sendiri meski diremehkan semua orang di sekitar kita.

Sumber: Disalin dari Buku ‘Jangan Putus Asa’, Dr.Salwa al-Udhaidan, Penerbit Daun Publishing

Artikel: www.kisahislam.net
Foto : arshafa.blogspot.com

Gabung Milis Yuk..

Berlangganan artikel INILAH INFO terbaru via Email

twitter iklan koranfacebook iklan korangoogle pluslinkedinrss feedemail

Advertisment

Stats Info

stats online users